Kamis, 23 Januari 2014

6 TIPS MENJADI KESAYANGAN BOS



                   Pegawai mana yang tak suka bila menjadi kesayangan bos. Selain mempermudah kenaikan jenjang karir dan promosi jabatan, anda bisa mendapatkan banyak ilmu dari atasan. Dengan begitu, anda bisa mendapat banyak keuntungan sebagai pegawai kesayangan bos.
Tidak perlu takut bahwa cara-cara yang anda lakukan terlihat seperti ‘menjilat’ bos. Selama anda memakai cara yang benar dan tidak melupakan sikap profesional sebagai seorang pegawai, maka tidak masalah jika anda menempuh cara-cara di bawah ini:
- Selalu On Time
Hal pertama yang harus anda lakukan untuk menjerat hati atasan agar jadi karyawan kesayangan adalah dengan cara menghargai waktu. Selalu tepat waktu mencerminkan anda adalah orang yang bertanggung-jawab dan teratur.

- Selalu Menikmati Pekerjaan
Tidak ada yang lebih menyenangkan bagi atasan selain melihat anak buahnya menikmati pekerjaan yang diberikan. Ini kunci agar bos memberi anda cap sebagai pegawai yang rajin dan pantang menyerah.

Tidak perlu memamerkan segala kerja keras dan pengorbanan anda terhadap pengabdian sepanjang waktu, cukup selesaikan tugas-tugas kantor dengan baik, tidak banyak mengeluh dan nikmati pekerjaan Anda. Dengan begitu, maka bos anda akan melihat bahwa anda punya potensi sebagai pegawai yang loyal.
            Terkadang adakalanya kita merasa malas disaat bekerja. Rasa malas suka tiba-tiba menyerang dan akhirnya membuat kerja anda di kantor jadi tidak maksimal. Apa pun alasannya, jangan sampai Anda menunjukkan rasa malas itu di depan rekan kerja atau atasan.
Berikut ini adalah beberapa tips mudah agar Anda tetap bisa bekerja, meski rasa malas sedang menghadang.
·      Ambil waktu untuk perhatikan diri
Saat Anda merasa malas, hal itu akan sangat kelihatan dari penampilan. Anda asal-asalan memilih pakaian, tidak berdandan, dan wajah pun terlihat lesu.
Sebaiknya, ambil sedikit waktu untuk mempersiapkan diri. Gunakan penampilan Anda untuk menutupi rasa malas. Untuk perempuan, cobalah pilih busana warna terang atau sapukan lipstik warna merah untuk mencerahkan hati Anda.
Hindari warna-warna kelabu, seperti hitam dan abu-abu, saat Anda sedang merasa malas karena hal itu bisa ikut mengganggu mood Anda.
Perhatikan juga daerah sekitar mata, jangan sampai mata Anda terlihat merah dan lelah. Cara mengatasinya, siapkan saja selalu obat tetes mata di laci meja kerja Anda.
·      Atur daftar tugas Anda
Perhatikan lagi tugas-tugas Anda untuk minggu ini. Saat merasa malas, jangan paksa diri Anda untuk mengerjakan tugas yang rumit dan membutuhkan pemikiran strategis.
Jika tugas rumit itu belum mencapai tenggang waktu dan bisa dikerjakan di hari lain, maka sebaiknya pilih tugas yang lebih ringan. Pastikan saja, skala prioritas Anda tetap terjaga.
Jangan sampai pekerjaan yang harus diselesaikan segera malah ditunda-tunda, karena hal itu malah membuat Anda makin merasa malas.
·      Berpikir dulu sebelum bicara
Apa yang harus dilakukan ketika Anda harus menghadiri rapat penting atau melakukan presentasi, padahal Anda merasa tidak dalam kondisi terbaik?
Caranya adalah dengan selalu berpikir sejenak sebelum bicara. Biarkan diri Anda diam untuk beberapa saat setiap kali ada pertanyaan yang dilontarkan.
Saat malas, Anda merasa kesulitan untuk fokus. Karena itu, cobalah untuk berpikir pelan-pelan, agar Anda lebih mudah mencerna pertanyaan yang diberikan. Tak perlu merasa gugup, karena yang penting Anda tetap bisa terlihat profesional di hadapan rekan kerja, atasan, maupun klien.
- Kaya Inisiatif
Meskipun status anda hanya bawahan, bukan berarti anda harus mengunci ide-ide yang bisa memajukan perusahaan dan jabatan anda. Daripada selalu mengeluh tentang masalah yang dihadapi perusahaan, keluarkan jurus jitu dengan memberikan inisiatif yang oke.
Tidak masalah bila inisiatif anda tidak diterima atau dipakai. Jangan juga memaksakan inisiatif anda harus diterima. Dengan rajin menjadi pegawai yang inisiatif, ini sudah menjadi tanda bahwa anda peduli dengan perusahaan Anda. Siapa yang tidak sayang dengan pegawai seperti ini?
- Setuju Dengan Team Work
Ada kalanya anda harus bekerja secara tim, baik dengan pegawai yang sekantor dengan anda maupun pihak lain di luar kantor. Ini penting untuk mempercepat dan memudahkan selesainya sebuah pekerjaan. Dalam team work, maka kemampuan anda untuk bekerja sama dengan orang lain akan terbaca.
Jangan menolak bila anda diutus untuk melakukan tugas ini. Selain memperlihatkan sikap profesional anda, bekerja dengan tim akan memperluas wawasan dan pengalaman kerja anda. Bos anda akan semakin kagum apabila hasil kerja tim anda juga memuaskan.
-Jangan Takut Ambil Resiko
Resiko selalu ada dalam pekerjaan dan rencana apapun, baik itu gagal maupun berhasil. Bila anda harus mengambil resiko dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan atau sebuah kerjasama dengan pihak lain, maka jadikan ini sebagai pemicu bahwa anda akan berhasil.
Ini adalah ajang pembuktian bahwa anda adalah pegawai yang bisa diandalkan dalam keadaan sulit sekalipun.
-Be A Human
Anda adalah manusia, bukan robot. Wajar apabila ada kondisi di mana anda tidak fit dan prima dalam bekerja. Selama anda tidak sering melakukannya, maka kondisi seperti ini dapat dimaklumi.
Misalnya buah hati anda sakit atau ada keluarga yang meninggal. Jika anda yakin, anda bisa memberitahukan bos anda mengenai hal ini. Sertakan juga sikap optimis bahwa anda masih bisa menyelesaikan tugas kantor sebaik hari biasanya.
Apakah anda siap menjadi pegawai kesayangan bos? Selalu pakai cara-cara yang benar dan tidak mengurangi sikap profesional anda. Selamat bekerja dan nikmati pekerjaan anda.



HOW TO USE A BLENDER


1. First, make sure that the ON-OFF blender  are in the OFF position. Make sure    the blender attached, clean, and in working condition. 
2. Second, prepare all the ingredients to be blended. 
3. Third, input whatever you want to blend in it. Close and hold the cover tightly, press the ON button. 
4. Next, after the material feels smooth texture, press the OFF button. 
5. Then, open the blender, lift the bowl from the stand and put it in the cup. 
6. After that, when completed using a blender, be cleaned. 
7. Finally, keep the blender in a safe place.


SUKSESI



1.  Suksesi
            Ekosistem memiliki mekanismenya sendiri untuk menjaga kestabilan organisme dan lingkungan yang melingkupinya. Namun, sistem ini juga memiliki keterbatasan, daya dukung dan daya lenting lingkungan memiliki batas kemampuan. Ketika gangguan yang masuk ke dalam suatu lingkungan berada di luar ambang batas toleransi maka keseimbangan lingkungan akan terganggu.
            Gangguan yang masuk ke lingkungan dapat berasal dari alam atau akibat campur tangan manusia. Gangguan alam yang sangat merusak seperti kebakaran, gampa bumi, badai, dan letusan gunung berapi dapat menghancurkan komunitas biologis. Setelah terjadi gangguan alam, lingkungan akan memulihkan dirinya, organisme yang dapat bertahan hidup melewati bencana akan mengkolonisasi ulang area bencana. Selama proses pemulihan, struktur komunitas akan mengalami suatu perubahan yang disebut suksesi.
            Suksesi adalah perubahan komposisi spesies dalam suatu komunitas biologi akibat adanya gangguan pada komunitas tersebut. Suksesi terjadi sebagai akibat dari modifikasi lingkungan fisik dalam komunitas atau ekosistem.
Kecepatan proses suksesi dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut :
1)      Luas komunitas asal yang rusak karena gangguan.
2)      Jenis - jenis tumbuhan yang terdapat disekitar komunitas yang terganggu.
3)      Kehadiran pemancar benih.
4)      Iklim, terutama arah dan kecepatan angin membantu penyebaran biji, spora, dan benih.
5)      Jenis substrat baru yang membentuk.
6)      Sifat-sifat jenis tumbuhan yang ada disekitar tempat terjadinya suksesi.
          Suksesi tidak hanya terjadi didaratan, tetapi terjadi pula di perairan. Danau dan rawa yang telah tua akan mengalami pendangkalan oleh tanah yang terbawa oleh air. Danau yang telah tua disebut Eutrofik.
2. Faktor Penyebab Terjadinya Suksesi
            Proses suksesi sangat terkait dengan faktor lingkungan, adapun faktor penyebab terjadinya suksesi antara lain sebagai berikut:
1)      Iklim
            Tumbuhan tidak akan dapat tumbuh teratur dengan adanya variasi yang lebar dalam waktu yang lama. Fluktuasi keadaan iklim kadang-kadang membawa akibat rusaknya vegetasi baik sebagian maupun seluruhnya. Dan akhirnya suatu tempat yang baru (kosong) berkembang menjadi lebih baik (daya adaptasinya besar) dan mengubah kondisi iklim. Kekeringan, hujan salju/air dan kilat seringkali membawa keadaan yang tidak menguntungkan pada vegetasi.
2)      Topografi
                        Suksesi terjadi karena adanya perubahan kondisi tanah, antara lain:
1.      Erosi
Erosi dapat terjadi karena angin, air dan hujan. Dalam proses erosi, tanah menjadi kosong kemudian terjadi penyebaran biji oleh angin (migrasi),lalu proses suksesi dimulai.
2.      Pengendapan (denudasi)
Erosi yang melarutkan lapisan tanah, di suatu tempat tanah diendapkan sehingga menutupi vegetasi yang ada dan merusakkannya. Kerusakan vegetasi menyebabkan suksesi berulang kembali di tempat tersebut.
3)      Biotik
                        Pemakan tumbuhan seperti serangga yang merupakan pengganggu di lahan pertanian demikian pula penyakit mengakibatkan kerusakan vegetasi. Di padang penggembalaan, hutan yang ditebang, panen menyebabkan tumbuhan tumbuh kembali dari awal atau bila rusak berat berganti vegetasi.

3. Macam-Macam Suksesi
            Di alam terdapat dua macam suksesi, yaitu suksesi primer dan suksesi sekunder.
a.      Suksesi primer
            Suksesi Primer adalah formasi suatu komunitas baru pada suatu daerah yang diawali oleh suatu daerah yang kosong atau gundul, terjadi bila komunitas asal terganggu, tahap-tahap awal suksesi biasanya melibatkan sedikit spesies. Gangguan ini mengakibatkan hilangnya komunitas asal tersebut secara total sehingga di tempat komunitas asal terbentuk habitat baru. Gangguan ini dapat terjadi secara alami, misalnya tanah longsor, letusan gunung berapi, endapan lumpur yang baru di muara sungai, dan endapan pasir di pantai. Gangguan dapat pula karena perbuatan manusia misalnya penambangan timah, batubara, dan minyak bumi. Suksesi dapat terulang dalam beberapa waktu sampai munculnya variasi organisme yang besar.
            Contoh pulau vulkanis baru seperti Anak Krakatau, area yang semula tertutup lapisan es, ketika terumbu karang terdorong keluar dari air sebagai akibat dari aktivitas gempa bumi di dasar lautan. Partikel tanah dan biji tumbuhan serta spora terbawa oleh angin dan tertanam dalam karang. Sejalan dengan  waktu terbentuk pulau vulkanik baru dengan kolam, mata air, bukit pasir dan pulau yang semuanya tampak terbuka. Gunung Krakatau yang pernah meletus pada tahun 1883. Di daerah bekas letusan Gunung Krakatau mula-mula muncul pioner berupa lumut kerak (lichenes) serta tumbuhan lumut yang tahan terhadap penyinaran matahari dan kekeringan. Tumbuhan perintis itu mulai mengadakan pelapukan pada daerah permukaan lahan, sehingga terbentuk tanah sederhana. Bila tumbuhan perintis mati maka akan mengundang datangnya pengurai. Zat yang terbentuk karena aktivitas penguraian bercampur dengan hasil pelapukan lahan membentuk tanah yang lebih kompleks susunannya. Dengan adanya tanah ini, biji yang datang dari luar daerah dapat tumbuh dengan subur. Kemudian rumput yang tahan kekeringan tumbuh. Bersamaan dengan itu tumbuhan herba pun tumbuh menggantikan tanaman pioner dengan menaunginya. Kondisi demikian tidak menjadikan pioner subur tapi sebaliknya.
            Sementara itu, rumput dan belukar dengan akarnya yang kuat terus mengadakan pelapukan lahan. Bagian tumbuhan yang mati diuraikan oleh jamur sehingga keadaan tanah menjadi lebih tebal. Kemudian semak tumbuh. Tumbuhan semak menaungi rumput dan belukar maka terjadilah kompetisi. Lama kelamaan semak menjadi dominan kemudian pohon mendesak tumbuhan belukar sehingga terbentuklah hutan. Saat itulah ekosistem disebut mencapai keseimbangan atau dikatakan ekosistem mencapai klimaks, yakni perubahan yang terjadi sangat kecil sehingga tidak banyak mengubah ekosistem itu. Longsoran yang terjadi pada gunung dan meninggalkan tebing besar terkena batu yang sebelumnya telah tertutup salju dan es. Organisme pertama muncul di bebatuan kemungkinan besar akan ganggang dan lumut. Organisme ini dikenal untuk mengeluarkan larutan asam yang dapat menyebabkan retakan kecil di permukaan batu. Ketika air mengalir pada retakan dan membeku dan mencair, dengan bantuan cuaca, batu akan pecah menjadi potongan yang lebih kecil di permukaan. Ini akan menjadi dasar untuk lapisan baru tanah. Retakan di bebatuan lebih besar akan lebih banyak tanah terbentuk melalui dekomposisi, lebih mudah bagi benih rumput yang telah tertiup oleh angin untuk bertahan dengan manancapkan akar ke permukaan berbatu. Kehadiran rumput ini juga akan membuat ruang untuk semak dan pohon kecil pada akhirnya.
            Pada proses suksesi primer, tidak banyak organisme berperan. Umumnya hanya organisme yang memiliki tingkat toleransi yang tinggi dan luas saja yang mampu tumbuh dan berkembang pada area tersebut seperti lumut dan lichenes. Organisme yang mampu tumbuh pertama kali dan kemudian membentuk suatu ekosistem dinamakan organisme pionir atau spesies pionir.
            Untuk dapat bertahan hidup, spesies pionir harus memiliki batas toleransi yang luas terhadap variasi lingkungan. Spesies ini biasanya toleran terhadap keadaan ekstrim, seperti suhu dan ketersediaan air. Beberapa organisme yang mampu bertahan pada kondisi tersebut adalah Protozoa, Cyanobacteria, ganggang, lumut dan lumut kerak (lichenes). Organisme ini mulai menjadi sumber daya baru di lingkungan dan membuatnya cocok untuk pengenalan kemudian spesies yang lebih kompleks, seperti tanaman berpembuluh. Sebagian organisme ini melaksanakan proses kehidupan mereka, mereka menghasilkan limbah dan beberapanya lagi mungkin mati. Hal ini menyebabkan pembentukan bahan organik yang akan menjadi tanah dikemudian hari.

            Perbedaan lumut dan lumut kerak (lichenes):
a)         Lumut
     Lumut ditemukan terutama di area sedikit cahaya / ringan dan lembab seperti di daerah dataran tinggi seperti pegunungan dan hutan lindung. Lumut umumnya di area berpohon-pohon dan di tepi arus sungai juga terdapat. Lumut yang didapatkan saat penelitian langsung termasuk sangat lengkap, terdapat lumut hati, lumut daun, dan lumut tanduk yang sangat banyak. Perkembangan lumut secara singkat berlangsung sebagai berikut : spora yang kecil dan haploid, berkecambah menjadi suatu protalium yang pada lumut dinamakan protonema. Protonema pada lumut ada yang menjadi besar, adapula yang tetap kecil. Pada protoneme ini terdapat kuncup-kuncup yang tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan lumutnya.


b)     Lumut kerak (Lichenes)
     Lumut kerak adalah makhluk hidup yang tahan terhadap kekeringan dalam waktu yang lama. Pada saat kekeringan dan tersengat matahari secara terus-menerus, lumut ini akan kering, tetapi tidak mati. Pada saat turun hujan, lumut kerak tumbuh kembali. Ciri lain lumut kerak adalah pertumbuhan talusnya yang lambat. Dalam satu tahun, pertumbuhan talusnya kurang dari 1 cm. Lumut kerak tersusun atas lumut dan ganggang. Terdapat 3 jenis dari lichenes yaitu, crustose, foliose, dan fructucose dengan berbagai spesies yang didapati.


a.      Suksesi sekunder
                               Suksesi sekunder terjadi pada area yang mulanya ada kehidupan tetapi  kemudian mengalami gangguan yang menyebabkan hilangnya komunitas yang ada di area tersebut baik secara alami maupun buatan dan hanya meninggalkan tanah yang tetap utuh. Gangguan tersebut tidak merusak total tempat tumbuh organisme sehingga dalam komunitas tersebut substrat lama dan kehidupan masih ada. Pada umumnya area yang mengalami gangguan dapat kembali pulih seperti keadaan semula.
                               Contoh hutan yang mengalami penebangan,yang akan bisa pulih kembali jika tidak diganggu lagi. Gangguan alami seperti banjir, gelombang laut, kebakaran, angin kencang. Gangguan buatan seperti penebangan hutan dan pembakaran padang rumput dengan sengaja. Ketika padang rumput atau hutan dibersihkan untuk kegiatan pertanian atau penebangan pohon, jika daerah tersebut didiamkan atau ditinggalkan saja setelah digunakan, akan terjadi suksesi kembali. Contoh komunitas yang menimbulkan suksesi di Indonesia antara lain tegalan-tegalan, padang alang-alang, belukar bekas ladang, dan kebun karet yang ditinggalkan tak terurus.

4. Proses Suksesi
a.  Suksesi Primer    

Proses suksesi primer diawali tumbuhnya tumbuhan pionir, biasanya berupa lumut kerak. Lumut kerak mampu melapukkan batuan menjadi tanah sederhana. Lumut kerak yang mati akan diuraikan oleh pengurai menjadi zat anorganik. Zat anorganik ini memperkaya nutrien pada tanah sederhana sehingga terbentuk tanah yang lebih kompleks. Benih yang jatuh pada tempat tersebut akan tumbuh subur. Setelah itu. akan tumbuh rumput, semak, perdu, dan pepohonan. Bersamaan dengan itu pula hewan mulai memasuki komunitas yang baru terbentuk. Hal ini dapat terjadi karena suksesi komunitas tumbuhan biasanya selalu diikuti dengan suksesi komunitas hewan. Akhirnya terbentuklah komunitas klimaks atau ekosistem seimbang yang tahan terhadap perubahan (bersifat homeostatis).


b.  Suksesi Sekunder


Proses suksesi sekunder dimulai lagi dari tahap awal, tetapi tidak lagi dimulai dari komunitas pionir, karena dalam lingkungan yang mengalami suksesi sekunder ini yang terjadi adalah perbaikan kembali ekosistem yang telah rusak dengan vegetasi tanaman yang telah ada sebelumnya. Meskipun terdapat juga kemungkinan munculnya jenis tumbuhan yang baru dalam lingkungan tersebut.

5. Komunitas Klimaks
                                  Komunitas Klimaks adalah komunitas yang dihasilkan dari proses suksesi, bersifat stabil dan memiliki tingkat keseimbangan lingkungan yang tinggi dan umumnya didominasi oleh organisme yang memiliki umur panjang seperti pohon-pohon besar.


Berdasarkan tempat terbentuknya, terdapat 3(tiga) jenis komunitas klimaks sebagai berikut :
a. Hidroser yaitu suksesi yang terbentuk di ekosistem air tawar.
b. Haloser yaitu suksesi yang terbentuk di ekosistem air payau.
c. Xeroser yaitu suksesi yang terbentuk di daerah gurun.
     Pembentukan komunitas klimaks sangat dipengaruhi oleh musim dan biasanya komposisinya bercirikan spesies yang dominan.

Berdasarkan pengaruh musim terhadap bentuknya komunitas klimaks, terdapat 2 teori sebagai berikut :
a)      Hipotesis monoklimaks, menyatakan bahwa daerah musim tertentu hanya terdapat satu komunitas klimaks.
b)      Hipotesis poliklimaks, menyatakan bahwa komunitas klimaks dipengaruhi oleh berbagai faktor abiotik yang salah satunya mungkin dominan.

6. Dampak Suksesi
          Proses suksesi memberikan banyak dampak bagi lingkungan, baik dampak positif dan juga dampak negatif.
Adapun dampak positif dari proses suksesi yaitu:
·         Terjadinya suksesi proses perubahan ekosistem dalam kurun waktu tertentu menuju ke arah lingkungan yang lebih teratur dan stabil, komunitas menjadi lebih kompleks.
·        Bagi tumbuhan pioner, tumbuhan ini akan menciptakan kondisi lingkungan tertentu yang memberikan kemungkinan untuk hidup tumbuhan lainnya. Koloni tumbuhan pionir ini akan menghasilkan proses pembentukan lapisan tanah memecah batuan dengan akarnya dan membebaskan materi organik ketika terjadi pelapukan dari tumbuhan yang mati.

Sedangkan dampak negatif dari proses suksesi yaitu:
·         Berbagai tumbuhan liar akan hidup atau tumbuh dan mengubah semua karakteristika dari vegetasi asalnya.
·         Penurunan kadar zat hara dari tanah, misalnya akibat degradasi habitat.
·        Suatu komunitas tumbuhan akibat adanya longsor, banjir, letusan gunung berapi atau pengaruh kegiatan manusia akan mengalami gangguan atau kerusakan yang parah. Mengakibatkan tanah gersang, kehilangan nutrisi organik,permukaan sangat terbuka dan kondisinya belum menunjang kehidupan di atasnya.